Home / Cirebon / Headline / Nasional

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:08 WIB

Ketua DPRD Cirebon Bergerak Cepat, PMI Sakit di Arab Saudi Akhirnya Dipulangkan ke Tanah Air

CIREBON — Respons cepat Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, membuahkan hasil. Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Gunungjati, Sandra Indriyani, yang sebelumnya dilaporkan sakit dan terlantar di Arab Saudi, akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia pada Jumat, 8 Mei 2026.

Pemulangan Sandra menjadi bukti nyata keseriusan DPRD Kabupaten Cirebon dalam merespons aduan masyarakat, khususnya terkait keselamatan warga yang bekerja di luar negeri. Begitu menerima laporan dari keluarga korban, Ketua DPRD langsung bergerak cepat menjalin koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon serta berbagai pihak terkait.

“Kami tidak tinggal diam setelah menerima aduan dari keluarga. DPRD segera berkoordinasi dengan Disnakertrans dan instansi terkait agar proses pemulangan bisa segera dilakukan,” ujar Sophi Zulfia.

Sandra diketahui mengalami sakit pascaoperasi sesar selama sekitar satu bulan sehingga tidak memungkinkan lagi melanjutkan pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi. Kondisinya semakin memprihatinkan lantaran diduga berangkat ke luar negeri melalui jalur nonprosedural, yang menyebabkan proses penanganan dan pendataan menjadi lebih rumit.

Share :

Baca Juga

Headline

Kejari Cirebon Rayakan HBA ke-80 dengan Menanam 1.100 Pohon dan Tebar 2.000 Ikan

Cirebon

Pertama Di Cirebon, Pemilih Perangkat Desa Menggunakan Pansel

Cirebon

Jaga Ketertiban Jelang Pilkada, Polresta Cirebon Gelar Silaturahmi Da’i Kamtibmas

Cirebon

Karang Taruna Singaraja Desa Japura Kidul Produksi Sirup Singaraja

Cirebon

Setelah Jadi Petaka, Air Rob Desa Ambulu Berbalik Menjadi Berkah bagi Pembudidaya Rumput Laut

Cirebon

Optimis Panwascam Pabuaran Siap Kawal Suksesi Pemilu 2024

Cirebon

Warga Kubangdeleg Keluhkan Bau Menyengat dari TPAS, DLH Diminta Segera Bertindak

Cirebon

Tokoh Pemuda dan Warga Apresiasi FKSM: “Tidak Ada Kota Kreatif Tanpa Arsip”