Wali Kota Effendi Edo menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan publik. Pemerintah kota justru memfokuskan penggunaan anggaran pada sektor-sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Efisiensi dilakukan pada belanja operasional birokrasi, namun pos prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar tetap menjadi pelindung bagi kesejahteraan rakyat,” ujarnya, 20 Februari 2026.
Dalam sektor infrastruktur, Pemkot Cirebon mulai mengadopsi skema inovatif untuk mengatasi keterbatasan APBD. Salah satunya melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk program peremajaan Penerangan Jalan Umum (PJU) dalam program “Cirebon Caang”, yang bertujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat pada malam hari.
Selain itu, rehabilitasi jalan melalui metode betonisasi juga mulai diterapkan di sejumlah titik strategis guna meningkatkan daya tahan jalan terhadap cuaca ekstrem. Langkah ini diperkuat dengan program normalisasi sungai serta peningkatan sistem drainase untuk mengurangi risiko banjir rob dan genangan.








