CIREBON — Peringatan Haul ke-95 KH. Muhammad Sa’id di Pondok Pesantren Gedongan, Kabupaten Cirebon, tidak hanya menjadi ajang mengenang keteladanan ulama besar, tetapi juga ruang dialektika ilmiah yang mempertemukan khazanah keilmuan pesantren dengan ilmu kedokteran modern.
Hal tersebut tampak dalam Seminar Nasional bertema “Risalatul Mahid dalam Perspektif Medis” yang digelar di halaman Masjid Pesantren Gedongan, Minggu (1/2/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting haul, sekaligus penegasan bahwa pesantren tetap relevan dan adaptif dalam menjawab persoalan umat di era modern, khususnya terkait pemahaman kesehatan reproduksi perempuan yang selama ini kerap diselimuti stigma dan kesalahpahaman.
Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Gedongan Cirebon, KH. Taufiqurrahman Yasin, dalam sambutannya menegaskan bahwa forum ilmiah seperti seminar ini merupakan pertemuan yang sangat berharga bagi santri maupun masyarakat luas.
Menurutnya, konsep kesucian dalam Islam tidak semata-mata bersifat ritual, tetapi merupakan nilai fundamental yang harus dipahami secara utuh, baik dari sudut pandang fikih maupun ilmu pengetahuan.








