Minimnya dukungan infrastruktur, perizinan yang berbelit, serta kurangnya perhatian terhadap pelaku seni kerap menjadi hambatan yang memperlambat laju perkembangan industri kreatif di daerah.
Dusun Mahkota Resto melalui pendekatan berbasis komunitas mencoba menjawab tantangan tersebut.
Dengan menjadikan lokasi usaha sebagai ruang publik yang produktif, tempat ini bertransformasi menjadi titik temu antara seni, ekonomi, dan masyarakat.
Kehadiran Diana Sastra menjadi simbol bahwa panggung daerah pun mampu menghadirkan kualitas nasional.
R. Hamzaiya menambahkan bahwa pihaknya ingin konsisten menjaga keseimbangan antara hiburan, etika, dan kontribusi sosial.
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Ketika ekonomi masyarakat bergerak, ketika seniman punya ruang tampil, ketika anak muda punya wadah kreativitas—di situlah usaha ini punya nilai,” tegasnya.
Antusiasme pengunjung yang memadati area acara menjadi indikator keberhasilan konsep tersebut.
Lebih dari sekadar keramaian sesaat, kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara dunia usaha dan ekosistem seni di Cirebon.








