Ia juga mengingatkan bahwa para pelajar adalah pemegang tongkat estafet menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan karakter yang tangguh dan berintegritas.
“Wawasan kebangsaan bukan sekadar hafalan teori, melainkan praktik hidup sehari-hari. Kami juga mendukung penuh penguatan karakter ini melalui aspek lingkungan, seperti Gerakan Indonesia ASRI sesuai instruksi Bapak Presiden Prabowo Subianto, karena mencintai tanah air berarti menjaga kelestarian buminya,” tambah Wakil Wali Kota.
Wakil Wali Kota berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan yang kritis namun tetap menjunjung tinggi etika. Dinamika zaman yang serba cepat menuntut generasi muda untuk memiliki pegangan nilai yang kuat agar tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh luar yang merusak harmoni sosial.
“Fokus pembinaan karakter sejak usia dini ini sebagai investasi jangka panjang yang paling berharga bagi kita untuk memastikan keutuhan NKRI tetap terjaga di tangan generasi mendatang yang lebih kompetitif dan berbudaya,” tuturnya.








