“Saya tidak pernah menyangka usaha batik yang sederhana bisa tumbuh sejauh ini. Terima kasih kepada PNM yang selalu mendampingi, memberikan pelatihan, hingga akhirnya saya mendapat kesempatan berkolaborasi dengan desainer sekelas Rinaldy Yunardi. Ini bukan hanya kebahagiaan bagi saya, tetapi juga kebanggaan bagi keluarga dan daerah saya,” ujar Ariri.
Selain itu, dari lebih dari 22,9 juta nasabah yang telah diberdayakan hingga Januari 2026, Ibu Sri, pengrajin topeng asal Kota Udang, menjadi salah satu representasi pengusaha yang dinilai siap melangkah ke panggung nasional.
Sejak 2010, ia menekuni usaha kerajinan yang berakar dari kecintaannya pada seni topeng. Pengalamannya sebagai penari topeng di Keraton Kasepuhan Cirebon membentuk kedekatan yang kuat dengan budaya lokal.
Inovasi pun terus dilakukan, mulai dari produksi topeng kayu tradisional hingga pengembangan produk turunan seperti pulpen, pensil, dan magnet kulkas berhias topeng, agar seni tradisi tetap hadir dalam keseharian masyarakat.








