Wali Kota juga menyampaikan bahwa jabatan yang diemban saat ini bentuk tanggung jawab moral. Ia memiliki visi besar agar Kota Cirebon mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Jawa Barat, meski ia mengakui bahwa mewujudkan visi-misi lima tahun dalam waktu satu tahun bukanlah perkara instan.
“Saya ingin mengubah kota kelahiran saya ini menjadi lebih baik. Wong kita asli wong Cirebon ya, jadi saya ingin kota saya setara dengan kota-kota lainnya di Jawa Barat. Memang baru berjalan satu tahun, sedangkan visi-misi kita untuk lima tahun ke depan. Namun, apa yang bisa kita optimalkan hari ini, besok, dan lusa, akan terus kita upayakan dengan maksimal,” tegasnya.
Di kesempatan tersebut, Presiden Mahasiswa BEM Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Alief Bintang Angkasa, hadir membawa sejumlah poin tuntutan krusial. Aliansi mahasiswa mendesak pemerintah untuk memberikan langkah konkret dan terukur dalam merealisasikan visi SETARA (Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, dan Aman). Alief menyoroti berbagai sektor mulai dari kesejahteraan guru honorer hingga masalah infrastruktur dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.








