INDRAMAYU – Aksi premanisme yang mengancam kegiatan keagamaan terjadi di Desa Segeran Lor, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan rutinan Muslimat NU, Jumat (16/1/2026), terpaksa mendapat pengamanan ketat dari aparat Kepolisian setelah muncul ancaman dari sejumlah oknum yang diduga preman kampung.
Bhabinkamtibmas Polsek Juntinyuat Polres Indramayu Polda Jawa Barat, AIPDA Teguh Wibowo, S.Sos, bersama BRIPKA Ion Haryono, BRIPKA Irwan, dan BRIPKA Indra Mike T, turun langsung ke Mushola Roudlatul Mubtadiin, Blok Kedawung, Jalan H. Shahid, Desa Segeran Lor, atas arahan Kapolsek Juntinyuat IPTU Trio Tirtana, S.H.
Ancaman diketahui muncul sejak pagi hari sebelum acara dimulai. Sekelompok orang mendatangi mushola dan mengancam akan mengobrak-abrik kegiatan pengajian apabila tetap dilaksanakan.
Bahkan, kelompok tersebut telah berulang kali melakukan intimidasi terhadap jamaah selama beberapa bulan terakhir.
Selain ancaman verbal, para oknum juga kerap melakukan tindakan nyata berupa memutus kabel pengeras suara, menyembunyikan mikrofon, mematikan aliran listrik, hingga menggembok mushola.








