“Di sini daging dijual Rp120.000 per kilogram, sementara di pasar sudah sekitar Rp150.000 hingga Rp170.000,” ungkapnya.
Untuk komoditas beras, pemerintah menyediakan sekitar 3,5 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kesambi dan sekitarnya. Program ini diharapkan mampu menekan permintaan di pasar sehingga harga bahan pokok tetap stabil.
Elmi juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Stok pangan untuk Kota Cirebon sangat mencukupi. Jadi warga tidak perlu khawatir atau panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya Wiwin, warga yang mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.
“Tadi beli beras, minyak dua, sama telur juga. Karena memang harganya lebih murah. Terima kasih buat Pemerintah Kota Cirebon. Harapannya sih bahan pangan bisa terus murah begini supaya kami rakyat kecil tidak terlalu terbebani,” katanya dengan senyum lega.








