Sementara itu, Kuwu Desa Gebang Ilir, Subandi, menjelaskan bahwa kegiatan donor darah telah menjadi program rutin desa sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan.
Untuk memastikan partisipasi masyarakat, pihak desa secara aktif menyebarkan informasi jauh-jauh hari melalui berbagai media, mulai dari woro-woro, pamflet, hingga penyampaian dari mulut ke mulut.
“Tujuannya agar kegiatan donor darah ini diketahui masyarakat secara luas, sehingga semakin banyak warga yang tergugah untuk ikut membantu sesama yang membutuhkan darah,” jelas Subandi.
Menariknya, Pemerintah Desa Gebang Ilir juga mulai memanfaatkan teknologi digital dalam penyebaran informasi.
Subandi menyebut pihaknya mencoba menggunakan konten informasi yang dibuat dengan bantuan aplikasi berbasis AI agar lebih menarik dan benar-benar diperhatikan masyarakat di media sosial.
“Kita mencoba menyampaikan informasi dengan cara yang lebih menarik, supaya tidak sekadar lewat di media sosial, tapi benar-benar ditonton dan dipahami,” terangnya.








