Mereka meminta evaluasi menyeluruh terhadap andalalin, penertiban parkir liar, serta penempatan petugas pengatur lalu lintas secara intensif di titik-titik rawan.
“Jangan sampai kepentingan usaha mengorbankan kenyamanan masyarakat. Kalau dibiarkan, Lemahabang akan terus jadi langganan macet,” pungkas Dedi.








