“Hasil segitu jauh dari kata cukup, jadi saya harus punya kerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.
Menurut Rohman, persoalan utama yang dihadapi petani di Desa Kanci adalah sistem irigasi dan saluran pembuangan air yang belum optimal.
“Kami petani butuh perbaikan irigasi untuk pengairan dan juga perbaikan saluran pembuangan agar setiap musim hujan tidak kebanjiran,” ungkapnya.
Pendapatan Minimal Rp7 Juta per Bulan
Dalam kesempatan tersebut, Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa petani maupun nelayan tidak bisa disebut miskin apabila penghasilannya minimal berada di kisaran Rp7 juta per bulan.
Jika pendapatan hanya sekitar Rp7 juta per tahun, menurutnya, itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum saja.
“Kalau penghasilan di bawah Rp7 juta per bulan, empat kebutuhan lain seperti sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan sulit terpenuhi,” jelasnya.
Ia meminta petugas lapangan dari Dinas Pertanian untuk melakukan identifikasi menyeluruh terhadap para petani Desa Kanci, mulai dari luas lahan, kebutuhan sarana produksi, hingga tingkat pendapatan.








