“Penurunan anggaran ini memberikan dampak yang cukup terasa pada stabilitas program. Selain memicu polemik karena adanya harapan masyarakat yang tidak terpenuhi, kondisi ini juga menghambat akselerasi program kerja yang sudah kami canangkan,” ujar Rusdi usai kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di aula Kantor Desa Gebang, Jumat (9/1/2026).
Salah satu sektor yang paling terdampak dan kini menjadi sorotan utama adalah program pengelolaan sampah.
Selama ini, Desa Gebang dinilai cukup berhasil membangun sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah yang teratur dan berkelanjutan.
Namun, dengan terpangkasnya anggaran Dana Desa, keberlanjutan program tersebut kini berada di ujung tanduk.
Rusdi menegaskan, penurunan anggaran berpotensi mengganggu stabilitas lingkungan desa.
Padahal sebelumnya, pemerintah desa telah berhasil mengedukasi masyarakat untuk mengelola dan mengumpulkan sampah secara terorganisir.
“Penurunan anggaran ini berisiko merusak sistem yang sudah berjalan. Kami khawatir persoalan lingkungan kembali muncul, mengingat sebelumnya pengelolaan sampah masyarakat sudah berjalan cukup baik,” imbuhnya.








