Menurut Rusdi, keterlibatan masyarakat bukan lagi sekadar imbauan, melainkan menjadi kunci keberlanjutan program di tengah krisis anggaran.
“Kami akan mengupayakan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah, baik melalui kontribusi langsung maupun kerja sama dengan pihak lain. Ini solusi realistis agar program tidak berhenti di tengah jalan,” tegasnya.
Rusdi pun berharap masyarakat dapat memahami kondisi objektif terkait perubahan kebijakan anggaran dari pemerintah pusat.
Ia menegaskan, pemerintah desa tetap berkomitmen menjalankan regulasi yang berlaku sembari terus berupaya mencari solusi kreatif di lapangan.
“Masyarakat harus bisa berkontribusi secara langsung, setidaknya dimulai dari lingkungan terkecil di sekitar rumah masing-masing dengan tetap menjaga kebersihan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin, namun dukungan dan swadaya warga kini menjadi faktor penentu,” pungkasnya.








