CIREBON – Pondok Pesantren Gedongan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, meneguhkan kembali peran strategis pesantren sebagai pilar keilmuan, persatuan, dan perlindungan sosial dalam peringatan Haul ke-95 almaghfurlah KH. Muhammad Said.
Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati puncak acara haul yang digelar belum lama ini.
Kehadiran para ulama, tokoh nasional, unsur pemerintah, hingga aparat negara menjadikan haul tidak sekadar ritual keagamaan, tetapi juga ruang konsolidasi moral dan kebangsaan.
Ketua Umum Haul ke-95, Ustaz Ahmad Hisyam Idris, menegaskan bahwa kegiatan haul dirancang sebagai refleksi atas relevansi pesantren dalam menjawab tantangan zaman.
“Haul ini bukan hanya mengenang sosok KH. Muhammad Said, tetapi menegaskan kembali pesantren sebagai kekuatan keilmuan, kemanusiaan, dan kebangsaan,” ujarnya.
Berbeda dari peringatan haul pada umumnya, rangkaian kegiatan Haul ke-95 memadukan tradisi pesantren dengan isu-isu strategis nasional.
Sejumlah pra-haul digelar, di antaranya deklarasi peran perempuan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, seminar penguatan ideologi bangsa dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta dialog kerukunan umat beragama bersama Kementerian Agama.








