Haul ke-95 KH. Muhammad Said, Pesantren Gedongan Teguhkan Peran Keilmuan dan Persatuan Bangsa

Iklan bawah post

Momentum haul juga dimanfaatkan untuk mendeklarasikan Pesantren Gedongan sebagai ruang aman, adil, dan bebas kekerasan, khususnya bagi anak dan perempuan.

Deklarasi dibacakan sesepuh Pesantren Gedongan, Nyai Hj. Raudhatul Jannah, di hadapan perwakilan kementerian.

Perwakilan pemerintah, H. Ahmad Zainal Huda, menilai haul sebagai simbol kuatnya sinergi ulama dan umara dalam menjaga persatuan bangsa.

“Semoga pemerintah dan masyarakat Indonesia tetap diberi kekuatan dalam menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, sesepuh Pesantren Gedongan KH. Taufiqurrahman Yasin mengingatkan bahwa keberhasilan haul tidak diukur dari kemeriahan acara atau banyaknya pejabat yang hadir.

“Saya berpesan agar zuriah dan alumni pesantren tetap istiqamah menjalankan peran keagamaan, sosial, dan kebangsaan tanpa terjebak formalitas dan popularitas,” katanya.

Mauidah hasanah disampaikan sejumlah ulama, di antaranya KH. Mustofa Aqil Siraj yang menekankan pentingnya keteladanan, kesabaran, dan musyawarah dalam menyikapi perbedaan.

Iklan dalam post

Pos terkait

Iklan bawah post