“Mutasi ini memang ada, tetapi perubahannya tidak bersifat ekstrem. Karakteristiknya relatif mirip dengan virus influenza lain yang selama ini sudah dikenal,” ujarnya.
Berdasarkan karakter tersebut, IDI Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik berlebihan. Dari sisi tingkat keparahan, influenza varian ini dinilai tidak jauh berbeda dengan flu pada umumnya.
Perbedaannya terletak pada kemampuan penularan yang cenderung lebih cepat.
“Ini pada dasarnya masih virus flu biasa. Tidak perlu disikapi seperti pandemi Covid-19 karena jenisnya sangat berbeda. Tingkat bahayanya pun hampir sama dengan virus flu lainnya, hanya saja penyebarannya bisa lebih cepat,” tutur Lutfhi.
Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala flu yang berat atau berkepanjangan.
Dengan kewaspadaan yang tepat, risiko penyebaran dapat ditekan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.








