“Alhamdulillah, secara umum berjalan sesuai rencana, meski kita sering terkendala cuaca hujan yang cukup intens. Namun, respons masyarakat luar biasa beragam dan positif,” ujarnya.
Menurut Iing, fasilitas kuliner yang mudah dijangkau menjadi daya tarik utama. Bagi para pedagang, lanjut Iing, merasa sangat terbantu karena ada income tambahan untuk persiapan Idulfitri.
Terkait kendala teknis seperti lapak kosong atau penggunaan nomor lapak yang tidak sesuai, Iing menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penertiban administratif. Hal ini dilakukan agar keadilan bagi seluruh pedagang yang sudah mengantre izin dapat terjamin dengan baik.
Pemerintah Kota Cirebon juga berkomitmen menjadikan hasil evaluasi ini sebagai pijakan untuk pembenahan total. Fokus utama ke depan mencakup penataan ulang kantong parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas dua arah, serta penguatan sistem zonasi pedagang yang lebih rapi dan aksesibel.
“Melalui perbaikan yang berkelanjutan, Festival Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi pasar musiman, tetapi bertransformasi menjadi ikon wisata religi dan belanja yang membanggakan bagi seluruh warga Kota Cirebon,” harapnya.








