Janji Pencabutan Sawit Dikhianati, Warga Cigobang Ambil Alih: Cabut Sendiri atau Konflik Membesar

Iklan bawah post

CIREBON – Kesabaran warga Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, akhirnya habis. Janji pencabutan ratusan pohon kelapa sawit yang disepakati tanpa syarat dalam musyawarah desa, nyatanya hanya tinggal janji.

Ketika tenggat waktu 15 Januari 2026 berlalu tanpa tindakan, warga memilih bertindak sendiri.

Kesepakatan yang diteken pada Selasa (30/12/2025) dengan tegas menyebutkan bahwa sawit akan dicabut tanpa ganti rugi.

Namun, alih-alih menepati janji, pihak perusahaan justru memunculkan tuntutan baru: ganti rugi Rp15 ribu per pohon.

Bagi warga, ini bukan sekadar perubahan sikap, melainkan bentuk pengingkaran terang-terangan.

Kemarahan warga pun tak terbendung. Jumat (16/1/2026) siang, puluhan warga bergerak menuju lokasi kebun sawit di perbukitan Cigobang.

Golok, tali, dan peralatan seadanya dibawa-bukan untuk pamer kekuatan, tetapi sebagai simbol bahwa kesabaran mereka telah mencapai batas akhir.

“Perjanjian bilang tanggal 15 dicabut. Saya tunggu tanggal 15, ternyata kosong. Tidak ada apa-apa. Jadi kami geram,” tegas Sara, salah seorang warga.

Iklan dalam post

Pos terkait

Iklan bawah post