Janji Pencabutan Sawit Dikhianati, Warga Cigobang Ambil Alih: Cabut Sendiri atau Konflik Membesar

Iklan bawah post

Ia menegaskan penolakan mutlak terhadap keberadaan sawit di wilayahnya.

“Saya tidak menghendaki adanya pohon sawit di daerah saya,” tegasnya.

Warga sempat kembali menahan diri setelah diminta menunggu hingga Senin.

Namun ultimatum itu jelas: jika kembali tidak ada kejelasan, pencabutan akan dilanjutkan secara mandiri.

“Kalau nanti pada akhirnya tidak ada, cabut lagi. Sekarang cabut sendiri warga,” ujar Sara.

Bagi warga, sawit bukan sekadar persoalan tanaman, tetapi ancaman nyata terhadap sumber kehidupan. Krisis air bersih disebut semakin parah sejak sawit ditanam.

“Kita ngebor sampai 25 meter kadang nggak dapat air. Tangga saya sampai tiga titik ngebor tidak dapet air,” ungkap Sara.

Ia khawatir keberadaan sawit akan menghancurkan akses air bersih warga dan menggagalkan program PAMSIMAS yang selama ini diandalkan masyarakat.

Data warga mencatat, jumlah sawit mencapai sekitar 400 pohon di lahan 2,5 hektare dan berpotensi meluas hingga 4 hektare.

“Kalau dibiarkan, nanti makin banyak dan makin repot. Mending sekarang, masih sedikit,” ujarnya.

Iklan dalam post

Pos terkait

Iklan bawah post