“Mereka setuju tanpa ganti rugi. Janjinya jelas, tanggal 15,” katanya.
Namun hingga kini, perusahaan bahkan belum mampu menentukan lokasi pemindahan. Ketidakpastian ini, menurut Zei, berpotensi memicu ledakan konflik yang lebih besar.
“Yang saya takutkan pergerakan masyarakatnya. Kalau sudah bergerak sendiri, saya tidak punya kewenangan menahan,” pungkasnya.








