“Nah, terkait CSR yang disebut sampai Rp1 miliar itu saya juga kaget. Uangnya ke mana? Setahu saya tidak seperti itu,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2020 memang ada pembangunan jalan menuju perumahan dengan nilai sekitar Rp500 juta.
Namun menurutnya dana tersebut bukan CSR, melainkan untuk pembangunan akses menuju perumahan itu sendiri.
“Memang waktu itu ada pembangunan jalan sekitar Rp500 juta. Itu dibuat untuk jalan dan senderan menuju perumahan. Kalau disebut CSR menurut saya kurang tepat, karena itu untuk kepentingan perumahan,” ujarnya.
Sementara terkait angka Rp500 juta lainnya, Kosasih menduga berkaitan dengan pembangunan jalan menuju Perumahan Hasna yang sebelumnya menggunakan akses jalan dari tanah aset Desa Pamengkang.
“Setahu saya ada kontribusi sekitar Rp500 juta ke pihak Hasna karena menggunakan fasilitas jalan yang sebagian merupakan tanah aset desa Pamengkang,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan hingga saat ini tidak ada dana tersebut yang tercatat masuk ke Pendapatan Asli Desa (PAD) Pamengkang.








