“Proyek saya perizinan sudah lengkap, terus ada jaminan juga. Kita sudah pernah ngasih ke kepala desanya sendiri dan kepala desa sudah menyatakan ini sudah lengkap,” ujarnya.
Ia menyebut dampak penutupan proyek tersebut cukup besar karena ratusan pekerja terpaksa berhenti bekerja.
“Proyek sudah berhenti hampir dua minggu. Tukang dan karyawan itu ada 300 orang, sudah pada nganggur di situ. 300 orang berhenti gara-gara empat orang,” kata Ibnu.
Selain itu, ia menyoroti bahwa proyek tersebut merupakan pembangunan rumah subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
“Ini buat rumah subsidi. Proyek murah buat masyarakat menengah bawah saja mereka tega ditutup. Padahal rumah ini sudah ditunggu-tunggu masyarakat yang ingin cepat menempatinya,” ujarnya.
Ibnu juga mengungkapkan pihaknya sebelumnya telah memberikan sejumlah kontribusi kepada lingkungan sekitar.
“Sedangkan kita itu sudah pernah memberikan uang debu juga. Di sini ada berupa uang Rp10 juta sama Rp8 juta. Terus juga ada manfaat paving dari ujung ke ujung, nilainya hampir Rp1 miliar,” katanya.








