Menurutnya, toleransi yang terbangun di Kota Cirebon bukanlah sesuatu yang muncul secara instan, melainkan hasil dari komunikasi sosial yang terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pemerintah Kota Cirebon menilai bahwa nilai toleransi dan saling menghargai merupakan modal sosial penting dalam mendukung pembangunan daerah. Tanpa harmoni di tengah masyarakat, berbagai program pembangunan akan sulit berjalan secara optimal.
Karena itu, Pemkot Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat pembangunan yang partisipatif, sekaligus menjadikan kawasan-kawasan budaya sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Siti Farida juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, serta kerukunan di Kota Cirebon agar tetap menjadi kota yang nyaman bagi semua.
“Kami ingin Kota Cirebon menjadi destinasi yang aman bagi wisatawan sekaligus rumah yang nyaman bagi seluruh warganya, apa pun latar belakang suku dan agamanya,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan perayaan Cap Go Meh tahun ini. Menurutnya, keberhasilan acara tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat.








