Masjid Si Nona Sukadana Berusia Satu Abad, Gaya Bangunan Adopsi 3 Budaya

Iklan bawah post

Lantai tegel bermotif bunga khas Eropa serta ventilasi udara dengan ornamen Tiongkok menjadi ciri khas tersendiri yang memperkuat identitas bangunan bersejarah ini.

Cahyadi, Pengurus DKM Baiturrahman Sukadana, mengatakan bahwa masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga saksi sejarah perkembangan Islam di wilayah tersebut.

“Masjid Si Nona ini sudah berdiri lebih dari seratus tahun. Kami sebagai pengurus berupaya menjaga keaslian bangunannya karena ini adalah warisan leluhur yang sangat berharga,” ujar Cahyadi.

Ia juga menjelaskan keunikan arsitektur masjid yang memadukan tiga budaya berbeda.

“Kalau dilihat dari lantainya, itu menggunakan tegel motif bunga khas Eropa. Kemudian ventilasinya bernuansa Tiongkok, sementara konsep ruangannya tetap mempertahankan ciri khas Jawa,” jelasnya.

Menurutnya, sembilan pintu yang ada di dalam masjid memiliki makna filosofis tersendiri.

“Sembilan pintu ini melambangkan Wali Sanga, sebagai simbol penyebaran Islam di tanah Jawa. Itu menjadi pesan sejarah yang terus kami jaga,” tambahnya.

Iklan dalam post

Pos terkait

Iklan bawah post