Selain penyediaan pompa, pengelolaan embung dan bendungan juga akan disinergikan untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.
Namun demikian, beberapa wilayah yang belum terlayani jaringan bendungan masih memiliki potensi kekeringan cukup tinggi. Di antaranya wilayah hilir Majalengka serta sebagian kawasan Cirebon Timur.
“Di daerah tersebut, sumber air masih terbatas karena jarak dari bendungan cukup jauh dan kapasitas tampungan air relatif kecil,” terangnya.
Sebagai solusi tambahan, BBWS juga memanfaatkan sumur dangkal dengan kedalaman sekitar 10 meter yang dipadukan dengan pompa tenaga surya untuk skala kecil.
Cara ini dinilai cukup membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian saat musim kemarau.
Pengalaman Tahun Lalu Dinilai Efektif
Pengalaman pada musim kemarau tahun lalu menunjukkan berbagai langkah tersebut cukup efektif.
Di beberapa daerah seperti Brebes, petani bahkan mampu melakukan tanam hingga tiga kali dalam setahun berkat dukungan pompa air dan pengelolaan irigasi yang lebih baik.








