Secara sektoral, penyaluran kredit BPR di Ciayumajakuning paling besar disalurkan ke sektor bukan lapangan usaha lainnya sebesar Rp941,26 miliar atau 47,36 persen. Kemudian disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp708,22 miliar atau 35,63 persen.
Sektor lain yang juga menerima penyaluran kredit antara lain sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp88,22 miliar atau 4,44 persen; sektor rumah tangga sebesar Rp55,85 miliar atau 2,81 persen; serta sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya sebesar Rp50,72 miliar atau 2,55 persen.
Berdasarkan jenis penggunaan, penyaluran kredit BPR masih didominasi oleh kredit konsumsi yang mencapai Rp1,01 triliun. Namun dari sisi pertumbuhan, kredit modal kerja mencatatkan pertumbuhan tertinggi yakni 4,73 persen secara yoy dibandingkan kredit konsumsi maupun investasi.
Secara regional, kontribusi BPR di wilayah Ciayumajakuning terhadap BPR di Jawa Barat juga cukup signifikan. Penyaluran kredit BPR di wilayah ini menyumbang 10,53 persen dari total kredit BPR di Jawa Barat, sementara DPK mencapai 12,48 persen dan aset sebesar 10,83 persen.








