Tidak sedikit dari mereka yang kehilangan seluruh barang dagangan dan modal usaha akibat amukan si jago merah.
“Setelah kebakaran, kondisi pedagang sangat terdampak. Mereka butuh tempat untuk kembali berjualan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, kami berupaya secepat mungkin menghadirkan pasar darurat ini,” jelasnya.
Menurut Rudi, proses pembangunan pasar darurat terus dikebut agar dapat segera ditempati.
Pemdes Lemahabang Kulon menargetkan pasar darurat bisa langsung digunakan oleh pedagang begitu pembangunan rampung, sehingga aktivitas jual beli di desa dapat kembali berjalan normal.
“Prinsipnya, kami ingin pedagang tidak terlalu lama berhenti berjualan. Semakin cepat pasar darurat ini selesai, semakin cepat pula ekonomi masyarakat bisa bangkit,” ungkapnya.
Selain sebagai tempat usaha sementara, pasar darurat ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Lemahabang Kulon dan sekitarnya.
Pasalnya, Pasar Senen selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan distribusi barang kebutuhan masyarakat.








