Dalam kesempatan tersebut, Imron juga mengingatkan tantangan serius di era digital, terutama derasnya arus hoaks, disinformasi, dan polarisasi sosial yang kerap memicu kegaduhan di ruang publik.
“Kecepatan informasi harus diimbangi dengan kualitas jurnalisme. Hoaks dan disinformasi hanya bisa dilawan dengan kerja jurnalistik yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Cirebon, lanjut Imron, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan media siber guna memperkuat partisipasi publik dan memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua SMSI Jawa Barat, Hardiansyah, menyebut pelantikan pengurus SMSI Kabupaten Cirebon sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pers digital di tingkat daerah.
Ia menyoroti masih lemahnya aspek legalitas dan profesionalisme sebagian media siber. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera dibenahi agar media mampu berdiri kokoh sebagai institusi pers yang terpercaya.
“Masih banyak media yang belum berbadan hukum dan belum terverifikasi Dewan Pers. SMSI harus hadir untuk melakukan pembinaan agar media di Cirebon lebih profesional dan diakui secara kelembagaan,” ujarnya.








