Dalam momentum orientasi dan simulasi tersebut, PMI Kabupaten Cirebon juga membentuk Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) yang melibatkan para pengurus PMI di setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Cirebon.
Pembentukan SIBAT ini bertujuan agar para pengurus memiliki kemampuan dasar penanganan bencana serta dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
“Melalui pelatihan SIBAT ini, kami berharap para pengurus dapat menyampaikan kembali ilmu yang didapat kepada masyarakat luas. Dengan begitu, ketika terjadi situasi darurat atau bencana, masyarakat tidak panik dan mampu melakukan penanganan awal,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam meminimalisir dampak bencana maupun kondisi darurat yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Selain itu, Sri Heviyana juga memastikan bahwa stok darah PMI Kabupaten Cirebon saat ini dalam kondisi aman.
Hal tersebut tidak lepas dari peran aktif para pengurus PMI di berbagai kecamatan yang rutin menggelar kegiatan donor darah.








