Keluhan serupa juga disampaikan oleh Solihin, petani padi asal Kecamatan Lemahabang. Ia mengaku tanaman padi yang sedang dibudidayakannya mulai menunjukkan gejala kekurangan nutrisi akibat keterlambatan pemupukan.
“Daun padi sudah mulai menguning karena kekurangan nutrisi. Ini sangat mengkhawatirkan, apalagi waktu panen tinggal beberapa pekan lagi,” kata Solihin dengan nada cemas.
Para petani menilai kelangkaan pupuk ZA ini tidak hanya menyulitkan secara teknis, tetapi juga berdampak pada beban biaya produksi dan potensi penurunan kualitas serta kuantitas hasil panen.
Mereka berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, segera turun tangan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Baik Syafii maupun Solihin berharap ada perhatian serius dari pemerintah terkait distribusi dan ketersediaan pupuk, khususnya pupuk ZA, agar kebutuhan petani dapat terpenuhi tepat waktu dan sektor pertanian tidak terus dirugikan.








