PWI Cirebon Dorong Penguatan Literasi Media untuk Tangkal Misinformasi Kesehatan Perempuan

Iklan bawah post

Menurutnya, informasi kesehatan harus merujuk pada sumber yang kompeten, baik tenaga medis, akademisi, maupun ulama yang memiliki keahlian di bidang terkait.

Kesalahan informasi, lanjut Mamat, berisiko memengaruhi pengambilan keputusan yang berdampak luas bagi kesehatan dan praktik keagamaan.

Seminar nasional tersebut menghadirkan Wakil Ketua LBM PWNU Jawa Barat KH Nanang Umar Faruq serta dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dr. Yuli Tri Setiono.

Keduanya membahas persoalan haid dari sudut pandang fikih Islam dan ilmu kedokteran secara komprehensif. Diskusi dipandu Ketua Komisi Informasi Daerah Kabupaten Cirebon, Gus Muhammad Idrus, dan diikuti ratusan santri Pondok Pesantren Gedongan.

Mamat menilai, sinergi antara pesantren, kalangan medis, dan insan pers menjadi kunci penting dalam menyampaikan edukasi kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab.

“Dengan literasi media yang kuat, perempuan tidak hanya terlindungi dari hoaks, tetapi juga mampu mengambil keputusan yang tepat untuk kesehatan dan kehidupannya,” tutupnya.

Iklan dalam post

Pos terkait

Iklan bawah post