“Ini mungkin ujian bagi bapak. Tidak usah dihiraukan, tetap jadi orang baik dan tetap jadi bapak desa yang baik. Ibu juga jangan berkecil hati, tetap tegar dan terus membimbing masyarakat Pasuruan dengan hal-hal yang baik,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan media sosial secara bijak dan positif, bukan untuk dihentikan, melainkan digunakan sebaik mungkin demi kepentingan bersama.
“Jangan berhenti main media sosial, tapi manfaatkan semanfaat-manfaatnya,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi, permintaan maaf, dan penyelesaian secara kekeluargaan ini, seluruh pihak sepakat untuk mengakhiri persoalan tersebut dan kembali fokus menjaga hubungan baik, keharmonisan, serta persatuan di tengah masyarakat Pasuruan.








