CIREBON – Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun sebagai bagian dari upaya menata ulang strategi perjuangan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Cirebon Timur.
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Kuningan itu tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga ruang otokritik internal atas sejumlah kelemahan organisasi.
Agenda refleksi tersebut sempat menuai kritik dari berbagai elemen masyarakat.
FCTM dinilai masih terkesan elitis, kurang membumi, serta belum sepenuhnya melibatkan masyarakat akar rumput dalam proses pengambilan keputusan strategis.
Kritik juga diarahkan pada lokasi kegiatan yang digelar di luar wilayah Cirebon Timur.
Menanggapi hal itu, tokoh FCTM sekaligus pegiat pemekaran Cirebon Timur, H. Dade Mustofa Efendi, secara terbuka mengakui adanya kekurangan dalam pola manajemen dan komunikasi organisasi.
Ia menilai kritik publik sebagai cermin yang harus diterima dengan lapang dada.
“Kami harus jujur mengakui bahwa masih ada kelemahan dalam tubuh FCTM. Kritik soal eksklusivitas dan minimnya pelibatan warga adalah catatan penting bagi kami. Ini bukan serangan, tetapi pengingat agar kami kembali ke akar perjuangan,” ujar Dade.








