CIREBON – Aksi warga Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon yang menanam pohon pisang di tengah ruas Jalan Kanci–Sindanglaut sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan mendapat tanggapan dari pemerintah kecamatan. Sabtu (28/2/2026).
Camat Astanajapura, Deni Syafruddin, menjelaskan bahwa perbaikan jalan tersebut sebenarnya sudah dilakukan berulang kali.
Namun, kerusakan kembali terjadi karena persoalan drainase dan bangunan liar yang menghambat aliran air.
“Sebenernya jalan itu sudah diperbaiki berulang kali. Tapi kembali rusak karena tidak adanya jalan air yang terhalang bangunan liar di kanan dan kiri jalan. Bisa dilihat juga adanya pembangunan bahu jalan secara ilegal sehingga permukaan jalan lebih rendah dari bahu jalan itu sendiri,” ujarnya.
Menurut Deni, kondisi tersebut membuat air hujan tidak mengalir dengan baik dan justru menggenangi badan jalan.
Ia menegaskan bahwa aspal sangat rentan tergerus air, sehingga kerusakan cepat kembali terjadi apabila sistem drainase tidak berfungsi optimal.








