“Memang sudah sering diperbaiki, tapi hanya tambal sulam. Tidak lama kemudian rusak lagi, apalagi kalau musim hujan. Kalaupun dilakukan perbaikan secara total yakni pengaspalan, sudah lama,” ujarnya.
Rizki juga membenarkan bahwa di sepanjang kanan dan kiri jalan terdapat bangunan liar yang turut memperparah kondisi.
Keberadaan bangunan tersebut dinilai menghambat aliran air, sehingga saat hujan turun, air tidak mengalir dengan baik dan menggenangi badan jalan.
“Air hujan tidak bisa dipastikan mengalir lancar karena ada bangunan liar itu. Akhirnya air menggenang dan merusak aspal lagi,” katanya.
Karena itu, dirinya bersama warga lain berharap pemerintah tidak hanya fokus pada perbaikan fisik jalan, tetapi juga melakukan penertiban bangunan liar di sekitar lokasi agar penanganan bisa bersifat jangka panjang.
“Kami berharap selain segera dilakukan perbaikan jalan, juga perlu ada penertiban bangunan liar. Kalau tidak dibenahi dari hulunya, ya kerusakan akan terus berulang,” tegas Rizki.
Warga berharap langkah konkret segera diambil agar ruas Jalan Kanci–Sindanglaut yang menjadi akses vital masyarakat untuk aktivitas pendidikan, ekonomi, dan kesehatan dapat kembali aman dan nyaman dilalui.








