Dari sisi infrastruktur, RSUD Waled masih memiliki cadangan lahan sekitar 2,7 hektare yang disiapkan untuk pengembangan layanan ke depan.
Meski begitu, dr. Deni mengakui masih ada sejumlah bangunan lama yang perlu direvitalisasi agar memenuhi standar terbaru, termasuk standar pelayanan BPJS Kesehatan terkait jarak tempat tidur pasien.
“Kami sedang mengajukan dukungan anggaran ke pemerintah daerah dan provinsi untuk pengembangan gedung dan ruang perawatan,” katanya.
Dengan berbagai pengembangan yang dilakukan, RSUD Waled menargetkan diri menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah timur Kabupaten Cirebon, bahkan Jawa Barat.
Kombinasi antara SDM unggul, layanan spesialis lengkap, serta dukungan teknologi modern menjadi modal kuat untuk mencapai target tersebut.
“Kami ingin masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat. Semua layanan unggulan bisa diakses di RSUD Waled,” tutup dr. Deni.
Langkah progresif ini menjadi sinyal kuat bahwa RSUD Waled bukan sekadar rumah sakit daerah, melainkan institusi kesehatan yang siap bersaing dan menjadi andalan masyarakat.








