Ia menilai pendidikan dan masa depan anak harus menjadi prioritas utama dibanding gaya hidup.
“Saya lebih bangga ketika mendengar ada orang tua di Jawa Barat yang rela mengutang ke sana kemari demi pendidikan anaknya. Tapi sebaliknya, saya prihatin jika ada orang tua yang lebih mementingkan membelikan HP dan gaya hidup, sementara kondisi ekonominya rendah,” tegasnya.
Ia berharap pola pikir masyarakat berubah, dengan menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang demi masa depan keluarga dan daerah.
KDM juga menyinggung soal kebijakan efisiensi anggaran yang sedang digencarkan Pemprov Jabar. Menurutnya, efisiensi tersebut harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Anggaran yang tersedia, kata dia, harus difokuskan pada sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, serta pembangunan infrastruktur yang berkualitas, termasuk penguatan infrastruktur SDM.
“Kita ingin setiap rupiah anggaran benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jawa Barat,” tandasnya.








