Tak hanya soal infrastruktur, forum juga menaruh perhatian serius pada isu perubahan iklim. Belajar dari banjir besar di Sumatera, khususnya Aceh Tengah pada akhir 2025 lalu yang membutuhkan waktu pemulihan panjang, Rembuk Nusa sepakat menjadikan proses pemulihan pasca-bencana sebagai agenda pembahasan lanjutan yang krusial.
Kehadiran Relawan TIK dalam forum strategis ini diperkuat oleh delegasi pusat, yakni Muhammad Arifin selaku Kepala Bidang Komunikasi Publik yang hadir mendampingi Sekretaris Jenderal. Dalam ruang kolaborasi tersebut, Relawan TIK bersinergi erat dengan jajaran mitra strategis lintas sektor, mulai dari unsur akademisi seperti CMCI Universitas Padjadjaran (Unpad) hingga lembaga pendamping komunitas seperti Combine Resource Institution (CRI) dan Perkumpulan Air Putih.
Turut hadir pula mitra kolaborasi dari ICT Watch—yang dalam kesempatan tersebut membocorkan rencana besar penyelenggaraan AI Summit 2026 bertepatan dengan Safer Internet Day—serta dukungan dari organisasi pakar dan aktivis digital seperti Portkesmas, Siberkreasi, dan Safenet.Dengan sinergi ini, Relawan TIK Indonesia siap menyongsong tahun 2026 dengan agenda yang lebih inklusif, mulai dari penguatan kapasitas perempuan dan disabilitas hingga kesiapsiagaan teknologi dalam menghadapi tantangan iklim global.








