Mangku Anom memastikan tidak ada korban meninggal dunia. Dari tiga korban luka, dua di antaranya merupakan kru kereta api.
“Masinis dan asisten masinis mengalami luka dan sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala PT KAI Daop 3 Cirebon, Sigit. Ia menyebutkan bahwa benturan menyebabkan lokomotif KA Menoreh mengalami anjlokan satu bogie.
“Penumpang aman. Namun masinis mengalami patah tulang rusuk dan asisten masinis mengalami patah kaki,” kata Sigit.
Pasca-kejadian, PT KAI Daop 3 Cirebon langsung melakukan evakuasi rangkaian dan perbaikan jalur. Rangkaian KA Menoreh kembali melanjutkan perjalanan setelah penggantian lokomotif sekitar pukul 05.27 WIB.
“Petak jalan Waruduwur–Babakan sudah normal. Untuk jalur hilir ke arah Jakarta masih diberlakukan pembatasan kecepatan 40 kilometer per jam karena perbaikan bantalan rel,” jelas Sigit.
Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbudin, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan perjalanan yang terjadi akibat insiden tersebut.








