“Dengan adanya video ini, saya ingin memberitahu terkait kondisi saya, bahwa saya telah menjadi korban pengantin pesanan oleh sesama WNI. Di sini juga ada kedua kenalan saya. Mereka mengambil dan menahan semua berkas saya termasuk paspor saya,” tuturnya.
Tak hanya itu, Vina juga mengaku mengalami kekerasan fisik apabila tidak mengikuti keinginan pihak yang menahannya. Ia menyebut tekanan dan perlakuan tersebut membuatnya ketakutan dan merasa tidak memiliki kebebasan.
“Saya juga sudah mengalami tindak kekerasan fisik jikalau saya tidak menuruti dan mengikuti kemauan mereka,” ungkapnya.
Dalam video tersebut, Vina memohon dengan sangat kepada Gubernur Jawa Barat agar dapat membantunya kembali ke Indonesia. Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat turun tangan untuk memfasilitasi pemulangannya.
“Dengan itu saya memohon amat dengan sangat kepada Pak Dedi, tolong bantu saya agar saya bisa kembali ke tanah air. Saya ingin kembali ke rumah. Tolong bantu saya,” ucapnya penuh harap.








