Kolaborasi tersebut dilakukan guna membangun komitmen bersama menjaga kelestarian sungai dan memastikan distribusi air bagi sektor pertanian tetap berjalan optimal.
Pasalnya, tanaman liar yang menutupi permukaan sungai seperti enceng gondok dan kangkung liar dinilai menghambat arus air.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada suplai pengairan bagi lahan pertanian warga serta meningkatkan risiko terjadinya banjir saat debit air meningkat.
Pembersihan dilakukan secara manual dengan mengangkat tanaman liar ke tepi sungai.
Selanjutnya, tumpukan enceng gondok dan kangkung liar tersebut diangkut menggunakan armada milik Dinas Lingkungan Hidup.
PLT Kuwu Desa Surakarta, Mita Royani, menjelaskan bahwa Kali Asem Jajar merupakan jalur pengairan penting bagi area pertanian di sejumlah desa di wilayah Suranenggala dan sekitarnya.
Karena itu, kelancaran aliran air menjadi perhatian serius pemerintah desa.
“Aliran Kali Asem Jajar ini sangat penting untuk kebutuhan pertanian masyarakat. Maka kebersihan dan kelancarannya harus terus dijaga bersama,” ujarnya.





