Perayaan Hari Jadi ke-597 Kota Cirebon, Merayakan Kekayaan Budaya dan Sejarah

Iklan bawah post

Cirebon – Kota Cirebon akan memperingati Hari Jadi ke-597 pada tanggal 1 Muharram atau 7 Juli 2024, dengan tema “Kota Cirebon Mukti Lan Mulya Selawase” dan tagline “Cirebon Guyub”.

 

Bacaan Lainnya
Iklan dalam post

Hal ini disampaikan oleh Penjabat Wali Kota Cirebon, Agus Mulyadi, dalam konferensi pers yang digelar di ruang Prabayaksa, Kantor Wali Kota Cirebon, pada Senin (1/7/2024).

 

“Pemilihan tema tersebut karena mencerminkan kekayaan cerita dan pengalaman sejarah Kota Cirebon,” kata Agus Mulyadi.

 

Tagline “Cirebon Guyub” merepresentasikan semangat dan karakter masyarakat Cirebon dalam pembangunan kota. Menurut Agus, setiap pencapaian yang diraih Kota Cirebon didasarkan pada komitmen bersama yaitu gotong royong. “Gotong royong adalah jati diri masyarakat Kota Cirebon,” tambahnya.

 

Dikenal sebagai kota wali, peringatan hari jadi ini juga bertujuan untuk mensyiarkan kearifan lokal bernilai Islami yang menjadi fondasi pembangunan berbasis budaya dan sejarah.

 

“Memperkuat kebersamaan, persatuan, dan keanekaragaman sosial dan budaya yang dimiliki oleh Kota Cirebon,” jelasnya.

 

Berbagai kegiatan menarik akan digelar untuk merayakan hari jadi ini, antara lain Open House Balai Kota Cirebon, Cirebon Great Sale, Gelar Trisula Budaya Sarumban, Bancakan Cirebon, dan Konkurs Nasional Seni Suara Alam Burung Perkutut “Wali Kota Cirebon Cup 2024”.

 

Selain itu, akan ada ziarah ke makam Sunan Gunung Jati, Festival Anak Muda, serta Pagelaran Wayang Kulit di depan Kelurahan Kejaksaan.

 

“Pemutaran film ‘Senyum Merah Putih’ yang diperankan oleh anak-anak Kota Cirebon juga akan meramaikan perayaan ini dan ditayangkan di bioskop XXI,” ungkap Agus.

 

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Cirebon Ke-597 ini diharapkan mampu membangkitkan semangat dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Cirebon yang menyeluruh.

 

“Terselenggaranya seluruh kegiatan dan tercapainya tujuan ini hanya dapat terwujud melalui kerja sama dan partisipasi dari seluruh komponen dan lapisan masyarakat Kota Cirebon,” tutup Agus.

 

Perayaan ini bukan hanya untuk memperingati sejarah, tetapi juga untuk menyatukan masyarakat dan merayakan keragaman budaya yang ada di Kota Cirebon. Semoga semangat gotong royong ini terus tumbuh dan memperkuat kebersamaan warga Cirebon.

Iklan dalam post

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *