“Tes parameter dan pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah awal untuk mengetahui sejauh mana kesiapan fisik atlet. Dari sini pelatih bisa menyusun pola latihan yang lebih efektif agar performa atlet terus meningkat menuju PORPROV 2026,” ujar Agus.
Dalam pelaksanaannya, para atlet menjalani 10 jenis pengujian fisik yang dirancang untuk mengukur kemampuan dasar tubuh sekaligus tingkat kebugaran secara rinci.
Sejumlah aspek yang diuji meliputi Body Mass Index (BMI), fleksibilitas, daya tahan otot lengan dan bahu, daya tahan otot perut, reaction time, daya ledak otot lengan dan bahu, daya ledak otot tungkai, kecepatan, agility atau kelincahan, hingga daya tahan aerobik (VO2 Max).
Seluruh tahapan pengujian dilakukan secara sistematis guna menghasilkan data akurat terkait kondisi fisik atlet dari berbagai cabang olahraga.
Hasil tes tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing atlet.
Selain menjadi tolok ukur kesiapan atlet menghadapi PORPROV Jabar 2026, data hasil tes juga akan dimanfaatkan sebagai fondasi pembinaan olahraga daerah dalam jangka panjang.





