Menurut Ruspandi, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pembelajaran berbasis praktik sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
“Siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga langsung melayani masyarakat sesuai kompetensinya,” jelasnya.
Berdasarkan data sekolah, sekitar 45 persen lulusan telah terserap ke dunia kerja bahkan sebelum pembagian SKL dilaksanakan.
Sementara sisanya memilih melanjutkan pendidikan, berwirausaha, maupun mengikuti program magang ke luar negeri.
Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, yang hadir mewakili Bupati Cirebon menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap para lulusan SMK Muhammadiyah Lemahabang.
Ia berharap para lulusan mampu menjadi generasi penerus yang inovatif, kreatif, serta siap menghadapi dunia kerja.
“Harapannya, lulusan SMK ini benar-benar siap kerja dan bisa langsung terserap di dunia industri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran terkait proses rekrutmen tenaga kerja di perusahaan agar berjalan transparan tanpa praktik transaksional.








