Warga menilai pemerintah baru mulai bergerak melakukan perbaikan setelah muncul rencana aksi demonstrasi.
Namun masyarakat berharap langkah tersebut tidak sekadar menjadi pencitraan sesaat atau hanya perbaikan tambal sulam yang kembali rusak dalam waktu singkat.
“Kami berharap jangan hanya tambal sulam. Jalan ini butuh perbaikan permanen, kalau perlu betonisasi supaya tidak rusak terus setiap tahun,” kata Alip.
Meski aksi berlangsung tertib, warga mengaku kecewa karena tidak ada pejabat terkait yang menemui massa untuk memberikan kepastian terhadap tuntutan yang mereka sampaikan.
Kondisi itu semakin memunculkan kesan bahwa aspirasi masyarakat belum benar-benar mendapat perhatian serius.
Hingga aksi berakhir, masyarakat mengaku masih menunggu komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk merealisasikan pembangunan permanen pada jalur penghubung antarwilayah tersebut.
Bagi warga, jalan bukan sekadar infrastruktur biasa. Jalan adalah urat nadi kehidupan masyarakat desa, akses anak-anak menuju sekolah, jalur ekonomi warga kecil, hingga penghubung harapan masyarakat untuk hidup lebih baik.






