Menakar Poros Kekuatan Calon Rais Aam PBNU Jelang Muktamar ke-35 NU

Ia menilai poros luar Jawa dapat menjadi alternatif kompromi apabila terjadi kebuntuan dalam musyawarah AHWA antara kekuatan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Poros luar Jawa membawa semangat desentralisasi kepemimpinan PBNU agar tidak selalu Jawa-sentris,” ucapnya.

Di akhir tulisannya, Taufikurrahman menegaskan bahwa dinamika bursa calon Rais Aam sejatinya bukan sekadar perebutan jabatan, melainkan proses membaca kedalaman ilmu, kearifan, dan ketulusan para ulama penjaga moral bangsa.

“Siapa pun yang nantinya dipilih AHWA sebagai Rais Aam PBNU, beliau adalah lentera umat yang wajib ditakzimi bersama demi membawa kapal besar NU menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.***

Pos terkait