DLH Cirebon Ungkap Kendala Pengangkutan Sampah, Tak Semua Desa Terlayani

banner 468x60

Selain mengangkut sampah dari titik penampungan, DLH juga melakukan penyisiran di sejumlah ruas jalan untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan tersebut bahkan dimulai sejak pagi hari. Langkah itu dilakukan agar sampah tidak menumpuk dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Jam 6 kita mengangkut. Kalau siang mungkin sudah berantakan, kita pergi kantor terakhir sudah bersih semua,” katanya.

Tidak Semua Desa Bekerja Sama

Yanto menjelaskan, belum seluruh desa di Kabupaten Cirebon memiliki kerja sama pelayanan persampahan dengan DLH. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat cakupan pengangkutan belum dapat menjangkau seluruh wilayah.

Persoalan lainnya berkaitan dengan kewajiban pembayaran layanan dari sejumlah desa yang masih memiliki tunggakan.

Besaran tunggakan berbeda-beda. Bahkan, kata Yanto, terdapat desa yang memiliki kewajiban hingga lebih dari Rp50 juta.

“Ada yang Rp10 juta, ada yang sampai di atas Rp50 juta juga ada,” ungkapnya.

DLH menerapkan skema pembayaran berdasarkan ritasi atau frekuensi pengangkutan sampah.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60