Koordinator TOGA menjelaskan, program TOGA diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan produktif.
“Melalui program TOGA ini, kami ingin masyarakat Desa Bojongkulon lebih mengenal manfaat tanaman obat keluarga dan dapat memanfaatkannya secara mandiri. Kami berharap kebun TOGA ini tidak berhenti setelah masa KPM kami selesai, tetapi dapat terus dirawat dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh warga,” ujar Abdullah Faqih koordinator TOGA.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan ibu-ibu PKK Desa Bojongkulon menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KPM UI BBC. Ia menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan penanaman maupun perawatan tanaman TOGA ke depannya.
“Kami sangat mendukung program ini karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Kami dari PKK siap membantu, mulai dari penanaman hingga perawatan setelah mahasiswa KPM selesai bertugas di sini,” ujar ibu tiwi perwakilan ibu-ibu PKK Desa Bojongkulon.










