Ia menambahkan, film tersebut juga bertujuan mengubah pandangan anak-anak agar tidak memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap hantu.
“Kami ingin menyampaikan bahwa hantu tidak selalu menyeramkan seperti yang dibayangkan. Anak-anak tidak perlu sampai fobia terhadap hantu. Semua dikemas dengan cerita yang ringan, menyenangkan, dan mudah dipahami,” jelasnya.
Selain mengusung cerita yang menarik, film ini juga didukung penggunaan teknologi Computer Generated Imagery (CGI) sehingga karakter-karakter hantu tampil lebih hidup, unik, dan menarik perhatian anak-anak.
Menurut Amirullah, sejak resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 16 Juli 2026, respons masyarakat cukup menggembirakan.
“Untuk Cirebon sendiri benar-benar di luar dugaan. Hampir 400 kursi di dua studio terisi. Terima kasih kepada masyarakat Cirebon atas antusiasmenya. Saat ini penayangan masih sekitar lima kali sehari, dan apabila peminat terus bertambah, kemungkinan akan ada penambahan jadwal tayang hingga bulan depan,” tuturnya.










